KBRI Jepang Imbau WNI Waspada Badai Hagibis

Posted on

Indo2Play – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang menyarankan masyarakat negara Indonesia (WNI) untuk siaga serta ikuti info otoritas ditengah-tengah berlangsungnya Badai Hagibis semenjak Sabtu (12/10) pagi hari.

Direktur Perlindungan WNI serta Tubuh Hukum Indonesia Judha Nugraha memberikan laporan Badai Hagibis dekati daerah daratan Pulau Honshu, Jepang, semenjak Sabtu (12/10) pagi hari waktu ditempat.

Otoritas sudah memberi teguran untuk siaga, terhitung kekuatan banjir serta longsor karena curah hujan tinggi serta air sungai yang membludak.

“KBRI Tokyo serta KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Osaka sudah keluarkan ajakan pada warga WNI selalu untuk siaga serta ikuti info serta instruksi otoritas ditempat,” tutur Judha dalam pesan tercatat, Sabtu (12/10).

Judha menjelaskan sampai sekarang belumlah ada laporan tentang WNI sebagai korban langsung dari Badai Hagibis.

Jadi info, jumlahnya WNI di Jepang tertera sampai 56.346 orang. Bila hadapi kondisi genting, WNI bisa mengontak hotline KBRI Tokyo: +8180-4940-7419 serta +8180-3506-8612 atau Hotline KJRI Osaka: +8180-3113-1003. WNI dapat mendesak Tombol Genting pada aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri.

Awalnya, Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) mengatakan Topan Hagibis yang menghajar wilayah selatan Jepang ikut berefek ke Indonesia.

Efek yang diakibatkan ialah gelombang setinggi 1,25 sampai 4 mtr. yang berlangsung di beberapa perairan Indonesia.

Kekuatan gelombang tinggi sampai 4 mtr. ini direncanakan berlangsung pada 12-13 Oktober 2019.

“Ada Typhoon Hagibis 925 hPa di Samudra Pasifik selatan Jepang. Skema angin di daerah Indonesia sisi utara biasanya dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 3-15 knot, sedang di daerah selatan Indonesia dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 5-20 knot,” demikian pengakuan Sisi Jalinan Warga Biro Hukum serta Organisasi BMKG, diambil dari info wartawan yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (12/10).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *